Mendidik anak merupakan sebuah tanggung jawab besar di dunia dan akhirat. Orangtua adalah madrasah pertama bagi semua anak-anaknya, Beratnya tanggungjawab ini, terkadang orangtua tidak menyadari dan tidak mempersiapkannya sejak dini. Mestinya, para orangtua telah siap menjadi orangtua bukan karena bertambah usia. Namun dalam hal pendidikan ini, orangtua telah mempersiapakan bekal parenting yang cukup.
Di jaman sekarang ini belajar parenting lebih mudah dibandiangkan generasi dahulu. Jika dulu nenek moyang kita belajar mendidik anak dengan mengacu pada pendidikan dari orangtua, guru dan lingkungan sekitarnya, maka sekarang ilmu itu telah tersebar di dunia maya maupun dunia nyata. Di dunia nyata banyak digelar seminar, ceramah, pendidikan, latihan atau buku-buku parenting yang bisa kita peroleh. Di dunia maya, kita tinggal klik di internet, atau melalui media sosial youtube, facebook dan lain-lain. Sekarang lebih mudah belajar, tidak harus mendatangi guru atau didatangi guru.
Namun rupanya kecanggihan teknologi tidak menjamin para orangtua pandai mendidik anak dan sukses mendidik anak. terbukti saat pandemi melanda dunia, dan khususnya di Indonesia, banyak ditemukan orangtua yang memposting video saat pembelajaran di rumah atau pembelajaran dalam jaringan (daring). Sebagaian mereka menjadi pendidik yang temperamental, kurang sabar dan bahkan melakukan kekarasan. Sungguh ironis, di tengah digencarkannya sekolah/madrasah ramah anak, namun di rumah orangta melakukan bullying, mengancam anak-anak. Ada pula yang berakibat fatal sampai anak mengalami sakit atau meninggal dunia.
Alhamdulillah,saat ini (semoga dan seterusnya), pandemi telah berakhir, sehingga dunia pendidikan mulai menggeliat kembali, sekolah / madrasah telah memulai aktivitas pembelajarannya dengan baik. Banyak upaya yang dilakukan agar masyarakat terjamin kesehatan dan pendidikannya. Mulai dari menjaga kesehatan, kebersihan, melakukan vaksinasi dan pembatasan kegiatan atau memakai masker bagi yang sedang sakit, agar tidak menular.
Ada beberapa tips untuk mempersiapkan diri menjadi orangtua karena punya anak agar kelak bisa mendidik anak dengan baik. Menurut penulis, persiapan yang perlu dilakukan adalah :
1. Bekali calon pengantin dengan ilmu agama yang mendalam.
Sebagai seorang muslim, calon pengantin harus memahami bahwa mendidik anak adalah kewajiban pertama dari orangtua. Dalam Qur'an Surat Lukman ayat 12 - 18, terkandung tanggung jawab orangtua dalam pendidikan anak dengan poin -poin sebagai berikut :
a. Mendidik aqidah / keyakinannya agar kuat
b. Mendidik anak agar berbakti pada orangtua
c. Mendidik anak agar berbuat baik kepada orangtua
d. Mendidik anak tentang konsekwensi / balasan dari setiap perbuatan baik dan buruk
e. Mendidik agar anak mendirikan sholat, berbuat baik, mencegah kemungkaran serta sabar
f. Mendidik anak agar tidak sombong, angkuh, berjalan dengan mendongakkan kepala.
Jika semua calon pengantin memahami tentang tanggung jawab ini,isnyaAllah anak-anak akan menjadi anak yang baik, tangguh, berbakti pada orangtua dan selalu berbuat baik.
2. Calon orangtua memahami bahwa pendidikan dimulai sejak sebelum anak dititipkan dalam kandungan.
Mestinya para calon pengantin telah menghapalkan doa-doa dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari agar kelak keturunnya menjadi keturunan yang baik dan pemimpin yang baik bagi orang-orang beriman.
3. Calon orangtua telah memiliki bekal parenting sejak anak dalam kandungan.
Dalam hal ini, apa yang mestinya dilakukan orangtua ketika mengandung, ketia anaknya lahir, ketika balita, sampai mereka dewasa dan siap untuk terjun ke masyarakat. Parenting bisa diadopsi dari kebaikan orangtua kita dalam mendidik anak, dari para guru, ulama, tokoh pendidikan dan hasil sharing dengan orang lain, sehingga anak-anak yang dilahirkannya menjadi seperti harapan semua orang.
4. Dukungan dan doa
Dukungan yang dimaksud adalah perhatian orangtua secara fisik maupun mental. Secara fisik terkait dengan makan yang diberikan harus halal, bersih dan bergisi untuk memenuhi kebutuhan fisik, secara mental perhatian terhadap pendidikan akhlak dan adab anaknya atau sekarang terkenal dengan pendidikan karakter.
Orangtua tidak hanya memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan saja, tetapi orangtua juga perlu memberikan dukungan dalam memenuhi kebutuhan rohaninya. Fenomena jaman sekarang, banyak orangtua yang hanya memenuhi kebutuhan fisiknya, diberikan fasilitas digital yang lengkap, tetapi lupa tidak mempersiapkan mereka untuk menhadapi kenyataan bahwa pendidikan mental, pendidikan akhlak atau pendidikan karakter perlu perhatian.
Kegagalan orangtua jaman sekarang ini terjadi karena banyak orangtua, sejak anak masih kecil telah membiasakan mereka untuk memegang gadget, asal mereka diam dan senang. Bahkan banyak dari anak-anak yang sampai kecanduan. Di lain pihak orangtua terlalu sibuk, bahkan sampai tidak sempat memberikan perhatian khusu tentang pendidikan mereka.
Dukungan atau perhatian orangtua juga harus didukung oleh doa tulus kedua orangtuanya. Doa adalah bentuk dukungan yang juga tidak boleh ditinggalkan. Apapun alasannya, setiap makhluk diciptakan oleh Sang Kholik , Alah SWT yang merupakan tempat memohon, tempat bergantung dan tempat untuk meminta pertolongan. Maka doakan anak agar mereka menjadi anak sholeh yang bermanfaat di dunia dan akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar