Selasa, 28 Juni 2022

MENDIDIK ANAK DENGAN TELADAN

     Mendidik anak memerlukan metode yang pas dan mendasar. Menurut Dr. Al Ustadz Abdullah Nashih Ulwan, dalam buku beliau " Pendidikan Anak Dalam Islam" bahwa  mendidik anak ada 5 metode. Kelima metode ini, antara lain :

    - Mendidik anak dengan keteladanan.

    - Mendidik anak dengan pembiasaan

    - Mendidik anak dengan perhatian

    - Mendidik anak dengan nasehat

    - Mendidik anak dengan hukuman.

Pada tulisan kali ini, akan saya sampaikan tentang mendidik anak dengan teladan.

    Mengapa penulis ingin membahas ini? Semua dilatarbelakangi oleh keadaan pendidikan saat ini yang penuh dengan kenyataan yang saya jumpai di lapangan. Sebagai pendidik, banyak hal yang saya jumpai dan  terkadang membuat saya pribadi harus mengelus dada.  Apa saja itu ? Mari kita lihat satu persatu. 

a. Kenyataan bahwa banyak orangtua yang sibuk beraktivitas, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan meninggalkan kewajiban sebagai pemeluk agama Islam, yaitu sholat.

b. Banyak orangtua yang notabene ibu-ibu muda, lebih seneng mengajak anak-anak berwisata, makan-makan, dan berswa foto dengan berbagai gaya.

c. Banyak ibu-ibu yang berjoget, "agak vulgar" bahkan tanpa merasa malu dan mengirimkannya ke media sosial dengan bangga dan ditonton banyak orang

d. Orangtua dengan bangga mengajari anak untuk berjoget Tik Tok dengan gaya yang luar biasa, tapi lupa tidak mengajari ngaji, sholat , dan adab / akhlak.

e. Orangtua mengajak anak-anak untuk berbelanja dan memilih kesukaan mereka tanpa memberikan pelajaran tentang berhemat.

f. Banyak pula orangtua sekarang yang membekali anak dengan android asal mereka diam, tenang dan tidak rewel.

g. Pada bulan Ramadhan, anak-anak diajak untuk ngabuburit, bahkan sampai hampir  magrib ke daerah pantai, yang mestinya menjelang magrib anak-anak sudah masuk berada di dalam rumah minimal setengah jam sebelum magrib.

h. Orangtua mengajari anak-anak bersepeda motor, saat usia belum diperbolehkan secara hukum.

i. Orangtua menyuruh anak belajar, tetapi mereka asyik menonton televisi

j. Orangtua menyekolahkan anak di madrasah tetapi mereka jarang mengaji bahkan sholat.

k. Jika anak melakukan kesalahan, kurang pandai, bandel, tiak sholat dll, yang disalahkan gurunya atau sekolahnya.

l Berkata-kat kotor dan memaki sambil marah-marah bahkan melakukan kekerasan.

Itu beberapa kenyataan yang sering penulis lihat di kehidupan sehari-hari,

    Jika kita lihat kenyataan ini, maka orangtua sebagai madrasah pertama bagi anak, sepertinya belum menunjukkan teladan yang baik bagi anak-anaknya. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, teladan berarti sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang perbuatan,  kelakuan, sifat dsb). 

    Dari beberapa kenyataan tadi, mestinya orangtua menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya.  Teladan yang baik akan membuat anak melakukan hal yang baik pula bagi anak-anaknya. Contoh teladan bagi anak, sejak bangun tidur, sampai tidur lagi yang dilakukan orangtua antara lain :

    - Berdoa saat bangun tidur.

    - Mandi pagi setelah bangun tidur ( bukan hanya pintar menyanyikan saja).

    - Sholat subuh dan sholat wajib lainnya berjamaah di masjid.

    - Membaca Al Qur'an minimal di waktu pagi, setelah sholat subuh dan setelah sholat magrib.

    - Membaca kalimat toyyibah dengan keras, berdzikir dan bersholawat.

    - Sabar selalu dalam menghadapi apapun dan tidak suka marah.

    - Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan.

    - Jujur dalam perkataan dan perbuatan.

    - Menjadi orangtua yang lembut dan penuh kasih sayang, namun tegas dalam melakukan tindakan.

Demikian sedikit ulasan tentang mendidik anak dengan teladan menurut penulis. Semoga bermanfaat.



MENDIDIK ANAK

  Mendidik anak merupakan sebuah tanggung jawab besar di dunia dan akhirat.  Orangtua adalah madrasah pertama bagi semua anak-anaknya,  Beratnya tanggungjawab ini, terkadang orangtua  tidak menyadari dan tidak mempersiapkannya sejak dini. Mestinya, para orangtua telah siap menjadi orangtua bukan karena bertambah usia. Namun dalam hal pendidikan ini, orangtua telah mempersiapakan bekal parenting yang cukup.

    Di jaman sekarang ini belajar parenting   lebih mudah dibandiangkan generasi dahulu. Jika dulu nenek moyang kita belajar mendidik anak dengan mengacu pada pendidikan dari orangtua, guru dan lingkungan sekitarnya, maka sekarang ilmu itu telah tersebar di dunia maya maupun dunia nyata. Di dunia nyata banyak digelar seminar, ceramah, pendidikan, latihan atau buku-buku parenting yang bisa kita peroleh. Di dunia maya, kita tinggal klik di internet, atau melalui media sosial youtube, facebook dan lain-lain. Sekarang lebih mudah belajar, tidak harus  mendatangi guru atau didatangi guru.

    Namun rupanya kecanggihan teknologi tidak menjamin para orangtua pandai mendidik anak dan sukses mendidik anak. terbukti saat pandemi melanda dunia, dan khususnya di Indonesia, banyak ditemukan orangtua yang memposting video saat pembelajaran di rumah atau pembelajaran dalam jaringan (daring). Sebagaian mereka menjadi pendidik yang temperamental, kurang sabar dan bahkan melakukan kekarasan. Sungguh ironis, di tengah digencarkannya sekolah/madrasah ramah anak, namun di rumah orangta melakukan bullying, mengancam anak-anak. Ada pula yang berakibat fatal sampai anak mengalami sakit atau meninggal dunia.

    Alhamdulillah,saat ini (semoga dan seterusnya), pandemi telah berakhir, sehingga dunia pendidikan mulai menggeliat kembali,  sekolah / madrasah telah memulai aktivitas pembelajarannya dengan baik. Banyak upaya yang dilakukan agar masyarakat terjamin kesehatan dan pendidikannya. Mulai dari menjaga kesehatan, kebersihan, melakukan vaksinasi dan pembatasan kegiatan atau memakai masker bagi yang sedang sakit, agar tidak menular.

    Ada beberapa tips untuk mempersiapkan diri menjadi orangtua karena punya anak agar kelak bisa mendidik anak dengan baik. Menurut penulis, persiapan yang perlu dilakukan adalah :

1. Bekali calon pengantin dengan ilmu agama yang mendalam.

    Sebagai seorang muslim, calon pengantin harus memahami bahwa mendidik anak adalah kewajiban pertama dari orangtua. Dalam Qur'an Surat Lukman ayat 12 - 18, terkandung tanggung jawab orangtua dalam pendidikan  anak dengan poin -poin sebagai berikut :

a. Mendidik aqidah / keyakinannya agar kuat

b. Mendidik anak agar berbakti pada orangtua

c. Mendidik anak agar berbuat baik kepada orangtua

d. Mendidik anak tentang konsekwensi / balasan dari setiap perbuatan baik dan buruk 

e. Mendidik agar anak mendirikan sholat, berbuat baik, mencegah kemungkaran serta sabar

f. Mendidik anak agar tidak sombong, angkuh, berjalan dengan mendongakkan kepala.

Jika semua calon pengantin memahami tentang tanggung jawab ini,isnyaAllah anak-anak akan menjadi anak yang baik, tangguh, berbakti pada orangtua dan selalu berbuat baik.

2. Calon orangtua memahami bahwa pendidikan dimulai sejak sebelum anak dititipkan dalam kandungan.

    Mestinya para calon pengantin telah menghapalkan doa-doa dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari agar kelak keturunnya menjadi keturunan yang baik dan pemimpin yang baik bagi orang-orang beriman.

3. Calon orangtua telah memiliki bekal parenting sejak anak dalam kandungan.

    Dalam hal ini, apa yang mestinya dilakukan orangtua ketika mengandung, ketia anaknya lahir, ketika balita, sampai mereka  dewasa dan siap untuk terjun ke masyarakat. Parenting bisa diadopsi dari kebaikan orangtua kita dalam mendidik anak, dari para guru, ulama, tokoh pendidikan dan hasil sharing dengan orang lain, sehingga anak-anak yang dilahirkannya menjadi seperti harapan semua orang.

4. Dukungan dan doa

    Dukungan yang dimaksud adalah perhatian orangtua secara fisik maupun mental. Secara fisik terkait dengan makan yang diberikan harus halal, bersih dan bergisi untuk memenuhi kebutuhan fisik, secara mental perhatian terhadap pendidikan akhlak dan adab anaknya atau sekarang terkenal dengan pendidikan karakter.

     Orangtua tidak hanya memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan saja, tetapi orangtua juga perlu memberikan dukungan dalam memenuhi kebutuhan rohaninya. Fenomena jaman sekarang, banyak orangtua yang hanya memenuhi kebutuhan fisiknya, diberikan fasilitas digital yang lengkap, tetapi lupa tidak mempersiapkan mereka untuk menhadapi kenyataan bahwa pendidikan mental, pendidikan akhlak atau pendidikan karakter perlu perhatian.

    Kegagalan orangtua jaman sekarang ini terjadi karena banyak orangtua,  sejak anak masih  kecil telah membiasakan mereka untuk memegang gadget, asal mereka diam dan senang. Bahkan banyak dari anak-anak yang sampai kecanduan. Di lain pihak orangtua terlalu sibuk, bahkan sampai tidak sempat memberikan perhatian khusu tentang pendidikan mereka. 

    Dukungan atau perhatian orangtua juga harus didukung oleh doa tulus kedua orangtuanya. Doa adalah bentuk dukungan yang juga tidak boleh ditinggalkan. Apapun alasannya, setiap makhluk diciptakan oleh Sang Kholik , Alah SWT yang merupakan tempat memohon, tempat bergantung dan tempat untuk meminta pertolongan. Maka doakan anak agar mereka menjadi anak sholeh yang bermanfaat di dunia dan akhirat.


MENDIDIK ANAK DENGAN TELADAN

      Mendidik anak memerlukan metode yang pas dan mendasar. Menurut Dr. Al Ustadz Abdullah Nashih Ulwan, dalam buku beliau " Pendidika...