Mendidik anak memerlukan metode yang pas dan mendasar. Menurut Dr. Al Ustadz Abdullah Nashih Ulwan, dalam buku beliau " Pendidikan Anak Dalam Islam" bahwa mendidik anak ada 5 metode. Kelima metode ini, antara lain :
- Mendidik anak dengan keteladanan.
- Mendidik anak dengan pembiasaan
- Mendidik anak dengan perhatian
- Mendidik anak dengan nasehat
- Mendidik anak dengan hukuman.
Pada tulisan kali ini, akan saya sampaikan tentang mendidik anak dengan teladan.
Mengapa penulis ingin membahas ini? Semua dilatarbelakangi oleh keadaan pendidikan saat ini yang penuh dengan kenyataan yang saya jumpai di lapangan. Sebagai pendidik, banyak hal yang saya jumpai dan terkadang membuat saya pribadi harus mengelus dada. Apa saja itu ? Mari kita lihat satu persatu.
a. Kenyataan bahwa banyak orangtua yang sibuk beraktivitas, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan meninggalkan kewajiban sebagai pemeluk agama Islam, yaitu sholat.
b. Banyak orangtua yang notabene ibu-ibu muda, lebih seneng mengajak anak-anak berwisata, makan-makan, dan berswa foto dengan berbagai gaya.
c. Banyak ibu-ibu yang berjoget, "agak vulgar" bahkan tanpa merasa malu dan mengirimkannya ke media sosial dengan bangga dan ditonton banyak orang
d. Orangtua dengan bangga mengajari anak untuk berjoget Tik Tok dengan gaya yang luar biasa, tapi lupa tidak mengajari ngaji, sholat , dan adab / akhlak.
e. Orangtua mengajak anak-anak untuk berbelanja dan memilih kesukaan mereka tanpa memberikan pelajaran tentang berhemat.
f. Banyak pula orangtua sekarang yang membekali anak dengan android asal mereka diam, tenang dan tidak rewel.
g. Pada bulan Ramadhan, anak-anak diajak untuk ngabuburit, bahkan sampai hampir magrib ke daerah pantai, yang mestinya menjelang magrib anak-anak sudah masuk berada di dalam rumah minimal setengah jam sebelum magrib.
h. Orangtua mengajari anak-anak bersepeda motor, saat usia belum diperbolehkan secara hukum.
i. Orangtua menyuruh anak belajar, tetapi mereka asyik menonton televisi
j. Orangtua menyekolahkan anak di madrasah tetapi mereka jarang mengaji bahkan sholat.
k. Jika anak melakukan kesalahan, kurang pandai, bandel, tiak sholat dll, yang disalahkan gurunya atau sekolahnya.
l Berkata-kat kotor dan memaki sambil marah-marah bahkan melakukan kekerasan.
Itu beberapa kenyataan yang sering penulis lihat di kehidupan sehari-hari,
Jika kita lihat kenyataan ini, maka orangtua sebagai madrasah pertama bagi anak, sepertinya belum menunjukkan teladan yang baik bagi anak-anaknya. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, teladan berarti sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang perbuatan, kelakuan, sifat dsb).
Dari beberapa kenyataan tadi, mestinya orangtua menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Teladan yang baik akan membuat anak melakukan hal yang baik pula bagi anak-anaknya. Contoh teladan bagi anak, sejak bangun tidur, sampai tidur lagi yang dilakukan orangtua antara lain :
- Berdoa saat bangun tidur.
- Mandi pagi setelah bangun tidur ( bukan hanya pintar menyanyikan saja).
- Sholat subuh dan sholat wajib lainnya berjamaah di masjid.
- Membaca Al Qur'an minimal di waktu pagi, setelah sholat subuh dan setelah sholat magrib.
- Membaca kalimat toyyibah dengan keras, berdzikir dan bersholawat.
- Sabar selalu dalam menghadapi apapun dan tidak suka marah.
- Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan.
- Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
- Menjadi orangtua yang lembut dan penuh kasih sayang, namun tegas dalam melakukan tindakan.
Demikian sedikit ulasan tentang mendidik anak dengan teladan menurut penulis. Semoga bermanfaat.